SUMPAH PEMUDA (2): Pembentukan Jiwa Nasionalisme Rakyat Indonesia

Oleh : ILham Musoddiq

Dalam kehidupan bernegara dewasa ini masalah Nasionalisme Indonesia masih sangat diperlukan, lebih-lebih menghadapi hantaman arus kemajuan teknologi dan informasi dunia, pengaruh luar begitu mudah masuk, hal ini tentunya menjadi ancaman serius bagi kelangsungan NKRI. Tapi pernahkah anda berfikir tentang asal muasal Nasionalisme Indonesia, Mengapa sekarang orang Bali, orang Jawa, orang Makassar, Manado, Padang, Ambon dan lainnya merasa diri sebagai bangsa Indonesia ?

Hal itu adalah terkait erat dengan momen Sumpah Pemuda pada tahun 1928, sebagai mana yang kita ketahui sebelum peristiwa sumpah pemuda tahun 1928 itu, di Indonesia telah terbentuk organisasi-organisasi pemuda/pelajar yang berbasis kedaerahan dan agama semacam Jong Java, Jong Sumatera, Jong Islamieten, Jong Celebes dan sebagainya, dari berbagai diskusi dan pertemuan-pertemuan yang kerap mereka lakukan tentang berbagai persoalan bangsa yang pada waktu itu masih dalam penjajahan Belanda, tumbuhlah benih-benih semangat untuk bersatu dengan  menanggalkan paham kedaerahan, Puncaknya sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Kongres Pemuda II yang berlangsung di Gedung Kramat 106 pada 27-28 Oktober 1928. Keputusan Kongres Pemuda itulah yang sekarang lebih dikenal dengan SUMPAH PEMUDA. Yang intinya Para Pemuda itu berikrar untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu yakni INDONESIA.

Inilah Peristiwa yang merupakan satu langkah politik yang amat penting bagi pembentukan konsep Nasionalisme Indonesia, sebuah konsep yang mengantar bangsa ini kepada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indoensia 17 Agustus 1945.
Sebab dari sinilah tanpa terasa perasaan sebagai satu bangsa, BANGSA INDONESIA, tertempa dan merasuk kedalam pikiran berbagai elemen bangsa yang terdiri dari bermacam-macam suku, agama dan bahasa itu.

Nasionalisme Indonesia bukan lagi merupakan Nasionalisme etnis yang terbatas pada satu kelompok tertentu

Nasionalisme Indonesia menjelma menjadi satu kekuatan besar untuk melawan imperialisme Belanda.
Nasionalisme Indonesia mampu menjadi sebuah benteng yang tangguh bagi upaya memecah belah bangsa melalui politik devide et impera yang diterapkan Belanda.
Semangat persatuan yang menyala-nyala dari masing-masing elemen bangsa, yang menjadi isi dari Nasionalisme Indonesia ini, menumbuhkan satu obsesi besar para  pemuda bangsa ini untuk mempunyai negara sendiri yang merdeka terbebas dari belenggu penjajahan.
Hingga akhirnya pada tahun 1945 keinginan luhur bangsa ini benar-benar menjadi kenyataan, Indonesia menjadi sebuah negara yang Merdeka.

Dalam masyarakat modern Nasionalisme berbasis etnis seperti di Indonesia ini sangatlah tidak populer, karena hampir selalu mengundang masalah baru dalam hubungan antar etnis.
Tapi Nasionalisme yang seperti itu terbentuk di Indonesia, setidaknya pada waktu itu, ini membuktikan keberhasilan para bapak pendiri bangsa Indonesia, diantaranya melalui Sumpah Pemuda itu.
Bagaimana dengan Amerika, bukankah mereka adalah juga sebuah bangsa yang multi etnis???

Meskipun Amerika adalah Negara yang multi etnis akan tetapi sebagaian besar dari mereka (kecuali penduduk aslinya suku Indian) adalah pendatang yang dengan kemauan sendiri mendatangi benua tersebut, hingga kemudian sepakat untuk membangun sebuah negara yang bernama AMERIKA.
Akan tetapi di Indoensia semua suku-suku didalamnya adalah penduduk pribumi yang sudah beribu tahun menghuni wilayah tertentu di Indonesia, yang tentunya perasaan menjadi pemilik sah dari suatu wilayah yang mereka diami adalah lebih kental daripada suku bangsa pendatang sebagaimana di Amerika.
Maka, sungguh merupakan keberhasilan yang sangat besar dari para pendiri negara ini untuk dapat membuat mereka kini merasa bahwa tanah air mereka adalah Indonesia, bukan Jawa, Bali, Sulawesi, Irian, dan sebagainya.
Pembentukan rasa nasionalisme seperti di Indonesia ini sudah barang tentu  jauh lebih sulit dibandingkan dengan negara-negara lain misalnya Amerika atau Norwegia yang negaranya berupa satu daratan tanpa terpisah-pisahkan oleh lautan.
Hal ini adalah sudah sepatutnya untuk kita syukuri.

Oleh Sebab itu,

Nasionalisme Indonesia merupakan berlian peninggalan Pendahulu Bangsa yang tak ternilai harganya,

Ini hendaknya senantiasa kita jaga dan jangan biarkan orang lain mengusiknya.

Dan SUMPAH PEMUDA adalah momentum yang sangat berpengaruh besar terhadap Pembentukan NASIONALISME INDONESIA itu.

About kaifa10

Nothing Special about me

Posted on 22 April 2009, in Indonesia, Opiniku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: