SUMPAH PEMUDA (3): Benang Merah Sumpah Pemuda dan Sumpah Palapa

Oleh : Ilham Musoddiq

Menurut sejarah, INDONESIA telah mengalami pasang surut didalam PERSATUANNYA sebanyak tiga kali :

1.  PERSATUAN didalam KERAJAAN KEDATUAN SRIWIJAYA (Abad 8 M)

Yang konon wilayahnya sampai ke Negeri Srilangka di Asia Selatan. Berdiri pada sekitar abad 8 Masehi dan mengalami kemunduran pada sekitar abad 11 Masehi, hingga akhirnya kembali terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil.

2. PERSATUAN didalam KERAJAAN KEPRABUAN MAJAPAHIT (Abad 14 M)

PERSATUAN Dibawah KERAJAAN KEPRABUAN MAJAPAHIT pada abad 14 M. ini diawali dengan SUMPAH PALAPA yang dikumandangkan oleh PATIH GAJAH MADA pada tahun 1331 M.

Menurut buku-buku sejarah kuno, bunyi Sumpah itu ialah: ”Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa”. Tidak akan makan buah palapa selama kepulauan Nusantara belum dipersatukan. Caranya dengan tekad perjuangan, antara lain dengan jalan trisna, tan satrisna (tidak pilih kasih), satya haprabhu (taat kepada negara) dan dengan cara hidup gineung prati dina (cara hidup penuh latihan) setiap hari untuk meningkatkan kualitas jasmani, rohani dan ilmu.

Yang disebut sebagai kepulauan Nusantara dalam Sumpah Palapa itu antara lain, Gurun ring Seran, Tanjung Pura ring Haru ring Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang dan Tumasik.

Dalam peristilahan modern, maka yang dimaksud sebagai kepulauan Nusantara oleh Gajah Mada adalah kepulauan Indonesia sekarang, dari Sabang sampai ke Merauke ditambah beberapa daerah di Malaysia Barat dan Timur dan Brunei Darussalam. Kepulauan Nusantara yang sempat tercerai berai setelah era Kerajaan SRIWIJAYA tersebut akhirnya dapat dipersatukan kembali didalam Kerajaan Majapahit.

Hingga akhirnya MAJAPAHIT mengalami kemudurannya di abad 15, Nusantara kembali pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil.

Hal ini diperparah lagi dengan kedatangan kaum Penjajah secara silih Berganti sejak tahun 1511 M, dengan strategi devide et impera atau politih belah bambu yang diterapkan kolonialisme barat semakin meluluh lantakkan Persatuan di Bumi Nusantara ini, hingga akhirnya diabad 20 angin segar mulai berhembus.

3. PERSATUAN didalam NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (Abad 20)

Diawali dengan SUMPAH PEMUDA tahun 1928 M oleh Para Pemuda Bangsa , akhirnya PERSATUAN itu kembali dapat direngkuh kembali pada tahun 1945 M, NKRI resmi berdiri.

Tidak dapat disangkal, bahwa Sumpah Pemuda tahun 1928 M. yang berintikan Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, bersumber kepada inspirasi sejarah Patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya tahun 1331 M.

Persatuan Kerajaan Keprabuan Majapahit diawali dengan SUMPAH PALAPA.

Persatuan NKRI diawali dengan SUMPAH PEMUDA.

SUMPAH PALAPA dikumandangkan oleh PEMUDA yang bernama GAJAH MADA.

SUMPAH PEMUDA dikumadangkan oleh para PEMUDA Bangsa.

Hingga akhirnya bisa dikatakan :

Negara Kesatuan Republik Indonesia pada abad XX adalah penjelmaan kembali Kesatuan Nusantara Sriwijaya abad VIII dan kesatuan Nusantara Majapahit abad XIV. Sumber inspirasinya adalah Sumpah Palapa.

Demikian 3 kali sudah bangsa ini berdiri didalam satu kesatuan, akankah kita akan mengulang sejarah kelam masa lalu kita,  yakni jatuh kejurang perpecahan, hanya orang bodoh yang jatuh ditempat yang sama untuk kedua kalinya.

Untuk itu mari kita jaga PERSATUAN yang sudah dibangun dengan darah, keringat dan air mata para pendahulu kita ini.

About kaifa10

Nothing Special about me

Posted on 22 April 2009, in Indonesia, Opiniku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: