BANGUNLAH JIWANYA karena MATAHARI telah TERBIT

Monumen Indonesia Raya - Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah

Lambang Negara RI Garuda Pancasila
Lambang Negara RI Garuda Pancasila

Begitu banyak cerita dinegeri ini yang seolah membenarkan bahwa Bangsa ini jiwanya sedang tertidur pulas, jiwa yang besar sebagaimana digambarkan dalam lambang Negara Republik Indonesia Burung Garuda tersebut kini seakan-akan telah hilang tak berbekas, mulai dari kasus tewasnya mahasiswa berprestasi Indonesia di Singapura, impor illegal berupa limbah kimia beracun dari Singapura, pencurian pasir laut untuk reklamasi pantai di Singapura, pelanggaran batas kedaulatan yang berulang-ulang oleh tentara diraja Malaysia di Ambalat – Kalimantan Timur, pelanggaran hak-hak pekerja di Malaysia dan Arab Saudi, penangkapan nelayan Indonesia secara sewenang-wenang oleh angkatan laut Australia dengan tuduhan melanggar batas wilayah, sampai explorasi besar-besaran kekayaan alam Indonesia oleh kekuatan asing, seperti Freeport, Newmont, Exxon Mobile, dst

Terhadap semua cerita pilu tersebut, beberapa pihak termasuk pemerintah terkesan mendiamkan atau pasrah dengan kelakuan negara asing tersebut, memang kalau orang tidur itu sebesar apapun bahaya mengancam tidak akan menyadari, meski harta benda dikeruk melaut kenegeri orang, meski harga diri diinjak-injak bagai keset.

Lalu dimana jiwa Sang Saka Merah Putih, jiwa suci yang tidak mengenal takut itu?? Sampai kapan kita akan tertidur pulas??

Bukankah Burung Garuda yang sejati tidak akan pernah tidur?? Ia mesti sayapnya terkepak terbang lepas menuju Kejayaan Indonesia Raya.

Disinilah kita selalu diingatkan oleh Wage Rudolf Supratman lewat bait lagu Indonesia Raya “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya”, bangunlah jiwa Indonesia jangan terlalu lama tertidur karena matahari telah terbit, ya “Matahari Terbit” adalah sajak lagu terakhir susunan Wage Rudolf Supratman yang belum sempat terselesaikan sampai beliau meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1938, inilah kutipannya :

MATAHARI TERBIT

Matahari sudah terbit
Putra ibu lekas bangun
Lihat cahaya yang mulia
Lekas bangun, lekas bangun

Hai puteraku yang berbudi
Putera ibu yang sejati
Mari lihat cahaya yang mulia
Indonesia Tanah Airku

About kaifa10

Nothing Special about me

Posted on 3 Juni 2009, in Indonesia, Opiniku. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Tulisan 2 nya tak sebarkan ya? salam cinta tanah air…

  2. mas yang sudah bekerja disitu sebaiknya bagaimana….? apa harus keluar(seperti saya ini)
    salam cinta tanah air..

  3. gusawan : Monggo mas, dipersilahkan untuk disebarluaskan,jawaban pertanyaan sameyan kayaknya dah ada di hati smeyan, hehe

  1. Ping-balik: | OPSHID at Blog » BANGUNLAH JIWANYA karena MATAHARI telah TERBIT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: